Pages

Minggu, 07 Oktober 2012

Wall-E adalah kisah animasi computer, bersetting dimasa depan dimana manusia telah menelantarkan bumi karena telah tertimbun sampah sisa produk dari sebuah perusahaan bernama Buy N Large. Wall-E (Waste Allocator Load Lifter - Earth class),  sebuah robot nyaris rusak  pengumpul sampah terakhir dari jenisnya yang telah ditinggalkan untuk membereskan kekacauan. Sedangkan para manusia sendiri telah meninggalkan bumi yang sudah beracun ke pesawat ruang angkasa raksasa bernama The Axiom, dimana mereka menghabiskan waktu dengan bersantai dan dilayani oleh robot-robot canggih. 

Meskipun semua teman robotnya sudah lama musnah, Wall-E tetap setia menjalankan tugasnya.. Ia terbangun setiap pagi dengan sebuah alarm, lalu keluar dari truk tempatnya tinggal, membereskan sampah-sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang disukainya, seperti raket ping-pong, korek api dan bohlam lampu. Ia mengakhiri harinya dengan menonton video romantis berjudul Hello Dolly!. Pada suatu hari ia menemukan sebuah bibit tanaman didalam sepatu boot. Wall-E lalu menyimpan penemuannya itu di rak penyimpanan di truknya.

Hari-hari Wall-E berubah ketika sebuah robot canggih bernama Eve mendarat di bumi di dekat tempatnya tinggal. Eve adalah sebuah robot gadis canggih yang sangat futuristik dan Wall-E langsung jatuh cinta padanya. Ternyata Eve dikirim oleh The Axiom untuk mencari tanda-tanda kehidupan yang mungkn masih tersisa di bumi. Untuk membuat Eve terkesan, Wall-E menunjukkan barang-barang penemuannya sampai ia menunjukkan bibit tanaman yang ia simpan kepada Eve. Seketika Eve mengambil tanaman tersebut dan menjadi diam tak bergerak sedikit pun. Wall-E yang sedih karena merasa tidak dipedulikan oleh Eve pun tetap setia menemani sampai akhirnya Eve dibawa kembali ke The Axiom.

Di The Axiom Wall-E menemukan para manusia yang telah berubah menjadi sangat pemalas, setelah hidup selama 700 tahun dengan bantuan begitu banyak robot manusia menjadi tidak bisa melakukan apa-apa sendiri. Disini Wall-E ditunjukkan sebagai sosok yang lebih manusiawi dibanding manusia itu sendiri. Wall-E dapat menemukan dan menunjukkan kembali kepada mereka nilai-nilai kehidupan yang sepertinya telah hilang selama 700 tahun itu. Melalui caranya menyelamatkan Eve, kapten pesawat, dan bibit tanaman yang nyaris dihancurkan oleh robot otomatis pengatur The Axiom, Wall-E mengajarkan pada manusia nilai-nilai kehidupan dan rasa kemanusiaan. 

Hal yang begitu mempesona disini adalah bagaimana pembuat film dapat menunjukkan interaksi-interaksi intens yang sangat menyentuh antara Wall-E dan Eve, bahkan tanpa dialog, tanpa narasi. Wall-E sendiri dapat menunjukkan emosinya dengan berbagai cara. Wall-E lebih dari sekedar film kartun futuristik, ini adalah sebuah kisah cinta antara 2 robot, dan kisah cinta antara sebuah robot dengan dimana tempatnya tinggal. Film ini menyampaikan cerita dengan sangat baik dan dengan cara yang berbeda dari film lainnya.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Outsourcing adalah sistem penyedia tenaga kerja kontrak. Dilakukan untuk pemenuhan tenaga kerja pada suatu perusahaan melalui bursa tenaga kerja lain. Outsourcing merupakan usaha untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dengan memanfaatkan sumber daya secara maksimal.  

Latar belakang munculnya outsourcing adalah ketika terjadinya krisis ekonomi global, perusahaan – perusahaan mengalami kesulitan keuangan, lalu terjadi PHK massal. Dilain pihak kebutuhan hidup karyawan meningkat karena kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Maka terjadilah konflik antara karyawan yang menuntut kenaikan upah tetapi perusahaan kesulitan memenuhinya karena kondisi keuangan yang memburuk.

Sistem Outsourcing memberikan banyak keuntungan secara finansial yang dinikmati pihak perusahaan Biayanya yang jauh lebih murah membuat banyak perusahaan menggunakan jasa sistem Outsourcing. Karyawan Outsourcing hanya mendapat gaji. Mereka tidak mendapatkan tunjangan-tunjangan maupun pesangon seperti yang diperoleh karyawan biasa. Hal ini merupakan keuntungan finansial yang sangat besar di dalam perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan fleksibilitasnya. Perusahaan mendapatkan kinerja yang sangat baik dari karyawan-karyawannya. Karyawan tidak akan bersantai-santai karena paham bahwa dirinya terancam dikeluarkan jika tidak bekerja dengan baik. Perusahaan juga berbagi resiko dengan penyedia jasa tenaga kerja, perusahaan dapat secara leluasa menilai pekerjanya. Rekruitmen yang mudah karena pekerjaan hanya itu-itu saja juga menambah keuntungan perusahaan untuk tidak mempromosikan karyawan outsourcingnya.  Karyawan Outsourcing biasanya hanya memperoleh pelatihan teknis, mereka tidak mendapat pelatihan pengembangan kerja. Kontrak karyawan Outsourcing dapat diputus sewaktu-waktu oleh pihak perusahaan tanpa adanya kerugian di pihak perusahaan, dan tanpa pemberian pesangon.

Tetapi di pihak karyawan, hal ini sangat merugikan. Kalangan pekerja level bawah memandang sistem outsourcing bersifat eksploitatif hak-hak sebagai pekerja. Mereka tidak mendapatkan hak yang semestinya didapatkan karyawan. Mereka hanya mendapatkan gaji, tanpa mendapat jaminan perlindungan kerja dan jaminan kesejahteraan. Beban kerja mereka bisa ditambah tanpa mendapat kompensasi lembur dan pesangon saat keluar dari perusahaan. Perusahaan penyedia tenaga kerja pun tidak menyediakan jaminan keamanan dan kesejahteraan kerja. Selain itu gaji mereka juga dipotong oleh pihak penyedia jasa outsourcing sebagai kompensasi. Besarnya potongan berkisar antara 10%-20% dari gaji yang diterima. Disamping masalah keuangan, karir para karyawan outsourcing juga tidak pasti dan tidak akan naik dengan mudah. Pekerja outsourcing biasanya menempati posisi bawah yang tidak strategis sehingga perusahaan merasa pekerja outsourcing tidak memenuhi kualifikasi untuk dapat dipromosikan. Level pekerjaan yang tidak meningkat tentu saja membuat karyawan outsourcing tidak akan menerima kenaikan gaji, dan tidak akan menambah kesejahteraan hidupnya.

Banyaknya kerugian yang diterima oleh karyawam outsourcing inilah yang menimbulkan konflik berkepanjangan dalam industry nasional. Hal ini juga melatarbelakangi banyak sekali demonstrasi penuntutan penghapusan sistem outsourcing.

Lalu mengapa karyawan tetap mau mengikutsertakan dirinya dalam Sistem Outsourcing? Besarnya tuntutan kehidupan dan sulitnya mencari pekerjaan membuat karyawan rela mendapat gaji lebih rendah asalkan bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang pasti. Keuntungan lain dipihak karyawan adalah kompetisinya yang jauh lebih mudah. Mereka tidak perlu melalui saringan dan tes ketat, karena mereka langsung disalurkan oleh perusahaan penyedia jasa tenaga kerja.  

Selasa, 10 April 2012

Bab 1

Pendahuluan
Perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka habis hanya untuk bekerja menghidupi keluarga sehingga waktu untuk mencari hiburan sudah hampir tidak ada. Hadirnya fenomena ini membuat para pengusaha mencium peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga munculah banyak kafe yang menawarkan konsep one stop shopping dimana pengunjung dapat memperoleh keinginannya sekaligus dalam satu tempat, misalnya pengunjung dapat menikmati hiburan yang disediakan di coffeeshop atau kafe tersebut sambil menikmati hidangan yang disediakan sekaligus sambil bekerja dengan memanfaatkan fasilitas hotspot atau wifi yang kini banyak ditawarkan.
Menurut Frans M.Royan, munculnya kafe di berbagai kota besar rupanya tidak hanya menguntungkan si pemilik kafe dan pencari kerja, hadirnya kafe juga melahirkan fenomena sosial dan budaya baru. Kafe bukan lagi sekedar tempat untuk minum teh, kopi dan menyantap makanan ringan sembari melepas kejenuhan dan melewatkan waktu, para pencinta kafe yang rutin berkunjung ke kafe-kafe, melihat ada banyak peluang dan manfaat yang dapat mereka dapatkan saat berkunjung ke kafe mereka menjadikan kafe sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, berkencan, bertukar pikiran, memperluas jaringan, dan berbisnis. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kafe yang menawarkan berbagai macam fasilitas untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya. Berdasarkan situs wikipedia, yang mendefinisikan coffeeshop atau kafe adalah suatu tempat yang mempunyai karakteristik gabungan dari bar dengan rumah makan atau restoran, tetapi dalam hal ini coffeeshop atau kafe banyak menyediakan minuman ringan seperti teh ataupun kopi dan juga makanan ringan tetapi ada juga sebagian kafe yang menyediakan minuman beralkohol.

Identifikasi Masalah
Banyaknya kafe yang menawarkan fasilitas lengkap dan memadai, membuat penulis ingin membahas tentang seberapa besar pengaruh fakto-faktor seperti lokasi, biaya, suasana, fasilitas, serta makanan dan minuman terhadap keputusan konsumen dalam memilih kafe, dan juga factor apakah yang paling dominan terhadap pengaruh keputusan konsumen dalam memilih kafe.
Kafe yang dimaksud dalam makalah ini adalah kafe yang menyediakan makanan, minuman dan hiburan music, free hotspot, mini library, permainan permainan kecil dll. Bukan kafe tempat berdansa dan yang menyediakan minuman beralkohol. Kafe yang mempunyai konsep one stop shopping yang artinya adalah pengunjung bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan di satu tempat, selain pengunjung dapat bersantai dan refreshing pengunjung juga bisa melakukan aktifitas yang lain seperti mengerjakan tugas kantor, tugas kuliah dll dengan suasana yang berbeda.


Bab 2
Landasan Teori
1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu perusahaan, untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan, untuk berkembang dan memperoleh keuntungan yang tinggi. Sehingga diperlukan peran serta dari setiap orang dalam perusahaan sebagai pemasar dan melibatkan diri dalam proses pemuasan pelanggan baik secara langsung maupun tak langsung.
Proses kegiatan pemasaran tidak hanya dimulai dari produksi dan berakhir dengan penjuaan tetapi kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumennya jika menginginkan perusahaannya mencapai keberhasilan
Definisi pemasaran menurut para ahli pemasaran sangat beragam, tetapi mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Yaitu tak hanya terbatas pada kegiatan menjual barang dan jasa tetapi lebih dari itu, pemasaran mencakup keseluruhan aktifitas yang berhubungan dengan perpindahan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Definisi-definisi yang dikemukakan para ahli adalah sbb:
Pemasaran adalah suatu kegiatan usaha yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen atau pemakai (The American Marketing Association)
Menurut Kotler (1995:5). Pemasaran adalah: Suatu proses sosial dan melalui proses itu individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lain.
Jadi, manajemen pemasaran dapat diartikan sebagai proses analisis, perencanaan, penerapan, dan pengawasan terhadap program yang telah dirancang untuk menciptakan membangun, dan mempertahankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi yaitu memperoleh laba.
2. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran dapat digunakan sebagai alat atau salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan serta dapat meningkatkan kesediaan konsumen untuk mengkonsumsi barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
3. Pemasaran Jasa
Perkembangan pemasaran di sektor jasa saat ini semakin berkembang pesat. Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang kian bertambah dan kesibukan masyarakat yang semakin banyak, membuat sektor layanan di bidang jasa semakin berkembang.
Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud) dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa mungkin berkaitan dengan produk fisik atau tidak. (Kotler, 1994 dalam Lupiyoadi,2001:6).
Sedangkan menurut Zethaml dan Bitner (1996) jasa adalah: semua aktifitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau kontruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti: kenyamanan, hiburan kesenangan, atau kesehatan).
4. Perilaku Konsumen
Terdapat 4 teori perilaku konsumen yaitu sebagai berikut:
i. Teori Ekonomi
Dalam teori ekonomi ini para konsumen akan berusaha memaksimalkan kepuasannya selama kemampuan finansialnya memungkinkan. Konsumen memiliki pengetahuan tentang alternatif produk yang dapat memuaskan kebutuhan mereka.
ii. Teori Psikologis
Banyak para ahli mengatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh dorongan psikologis. Dalam teori ini ada 2 golongan yaitu:
a. Teori Pembelajaran.
Teori ini menyatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya ataupengalaman yang terjadi selama hidupnya. Misalnya seorang konsumen tentunya dalam memilih suatu produk akan belajar dari pengalaman sebelumnya baik itu pengalamannya sendiri atau pengalaman dari pihak lain. Apabila suatu produk atau toko mengecewakan maka konsumen akan berpikir lagi untuk memilih produk atau toko tersebut.
b. Teori Motivasi
Ada 2 teori mengenai motivasi yaitu teori Freud dan teori Maslow. Freud menyatakan bahwa seseorang tidak dapat memahami motivasi yang mendorong perilakunya secara pasti. Dan sebaliknya, Maslow mengatakan bahwa motivasi seseorang dapat dihubungkan dengan kebutuhannya.
iii. Teori Sosiologis
Teori ini menyatakan bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya dimana orang tersebut menjadi anggota didalamnya. Seperti: keluarga, teman-teman, kampus, perkumpulan organisasi dll. Dalam teori ini seseorang berusaha menyelaraskan perilakunya dengan apa yang dianggap pantas oleh lingkungannya tersebut. Oleh karena itu seseorang akan membeli produk apabila produk tersebut diterima oleh kelompoknya.
ix. Teori Anthropologis.
Teori ini hampir sama dengan teori sosial, kedua teori ini sama sama memandang bahwa perilaku konsumen dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya tetapi dalam teori anthropologis lingkungan sosialya lebih luas termasuk dalam kelompok besar yaitu kebudayaan, subkultur dan kelas sosial.

Pembahasan
1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen meliputi variabel Lokasi, Biaya, Fasilitas, Suasana serta Makanan dan Minuman. Setiap variabel terdiri dari empat alternatif jawaban yaitu jawaban sangat tidak setuju; tidak setuju; setuju; dan sangat setuju. Berikut dijelaskan untuk hasil jawaban rata-rata responden pada masing-masing variabel pernyataan.

a. Tabel 4.7
Penilaian Responden terhadap Variabel Lokasi (X1)
No Pernyataan Rata-rata
1 Kemudahan akses atau kemudahan untuk menjangkau coffee shop merupakan hal yang penting 3.19
2 Lokasi coffee shop dengan tempat parkir yang luas bagi konsumen merupakan hal yang penting 2.86
3 Faktor pemilihan lokasi yang tepat merupakan hal yang utama bagi konsumen 2.97
4 Lokasi yang strategis atau dekat dengan tempat keramaian yang lain merupakan hal yang penting bagi konsumen 2.74
Rata-rata 2.94
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2007

Berdasarkan Tabel 4.7 di atas dapat diketahui bahwa variabel lokasi, memiliki rata-rata jawaban sebesar 2,94, dengan nilai jawaban rata-rata tertinggi 3,19 pada pernyataan kemudahan akses atau kemudahan untuk menjangkau coffee shop merupakan hal yang penting dan nilai rata-rata terendah sebesar 2,74 pada pernyataan lokasi yang strategis atau dekat dengan tempat keramaian yang lain merupakan hal yang penting bagi konsumen. Dengan nilai rata-rata sebesar 2,94 ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel lokasi mempunyai kecenderungan nilai yang tinggi, ini menunjukkan bahwa kemudahan akses atau kemudahan untuk menjangkau coffee shop merupakan hal yang penting, lokasi coffee shop dengan tempat parkir yang luas bagi konsumen merupakan hal yang penting, faktor pemilihan lokasi yang tepat merupakan hal yang utama bagi konsumen, dan lokasi yang strategis atau dekat dengan tempat keramaian yang lain merupakan hal yang penting bagi konsumen.

b. Tabel 4.8
Penilaian Responden Terhadap Variabel Biaya (X2)
No Pernyataan Rata-rata
1 Faktor biaya menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih coffee shop 2.93
2 Konsumen merencanaan anggaran khusus setiap bulannya untuk ke coffee shop 2.72
3 Konsumen akan tetap datang ke coffee shop yang harganya mahal tetapi coffee shop tersebut sesuai dengan selera konsumen 2.99
4 Potogan harga atau diskon yang diberikan oleh coffee shop merupakan hal yang dapat membuat tertarik untuk datang ke coffee shop 3.05
Rata-rata 2.92
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2007

Berdasarkan Tabel 4.8 di atas dapat diketahui bahwa variabel biaya, memiliki rata-rata jawaban sebesar 2,92, dengan nilai jawaban rata-rata tertinggi 3,05 pada pernyataan potongan harga atau diskon yang diberikan oleh coffee shop merupakan hal yang dapat membuat tertarik untuk datang ke coffee shop dan nilai rata-rata terendah sebesar 2,72 pada pernyataan konsumen merencanaan anggaran khusus setiap bulannya untuk ke coffee shop. Dengan nilai rata-rata sebesar 2,92 ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel biaya mempunyai kecenderungan nilai yang tinggi, ini menunjukkan bahwa faktor biaya menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih coffee shop, konsumen merencanakan anggaran khusus setiap bulannya untuk ke coffee shop, konsumen akan tetap datang ke coffee shop yang harganya mahal tetapi coffee shop tersebut sesuai dengan selera konsumen, serta potongan harga atau diskon yang diberikan oleh coffee shop merupakan hal yang dapat membuat tertarik untuk datang ke coffee shop.

c. Tabel 4.9
Penilaian Responden terhadap Variabel Fasilitas (X3)
No Pernyataan Rata-rata
1 Fasilitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih coffee shop 3.02
2 Kelengkapan fasilitas seperti free internet, hiburan dan lain-lain merupakan hal yang terpenting bagi konsumen memilih coffee shop 3.22
3 Coffee shop harus memiliki fasilitas yang lengkap dan sesuai tren 3.06
4 Fasilitas yang lengkap sesuai trend membuat konsumen lebih nyaman berada di coffee shop yang dipilih 3.08
Rata-rata 3.10
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2007

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas dapat diketahui bahwa variabel fasilitas, memiliki rata-rata jawaban sebesar 3,10, dengan nilai jawaban rata-rata tertinggi 3,22 pada pernyataan kelengkapan fasilitas seperti free internet, hiburan dan lain-lain merupakan hal yang terpenting bagi konsumen memilih coffee shop dan nilai rata-rata terendah sebesar 3,02 pada pernyataan Fasilitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih coffee shop. Dengan nilai rata-rata sebesar 3,10 ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel fasilitas mempunyai kecenderungan nilai yang tinggi, ini menunjukkan bahwa fasilitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih coffee shop, kelengkapan fasilitas seperti free internet, hiburan dan lain-lain merupakan hal yang terpenting bagi konsumen memilih coffee shop, coffee shop harus memiliki fasilitas yang lengkap dan sesuai tren.

d. Tabel 4.10
Penilaian Responden terhadap Variabel Suasana (X4)
No Pernyataan Rata-rata
1 Suasana coffee shop menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih coffee shop 3.36
2 Coffee shop adalah tempat untuk melepas lelah, menghibur diri, bertemu teman lama atau teman-teman baru 3.08
3 Konsumen akan senang bila ada coffee shop dengan suasana yang nyaman, santai dan aman sesuai dengan kebutuhan konsumen 3.35
4 Suasana yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan konsumen membuat betah berlama-lama di coffee shop yang dipilih 3.30
5 Konsumen rela mendatangi coffee shop yang jauh dari tempat tinggal demi untuk mendapatkan suasana yang santai dengan kebutuhan konsumen 3.13
Rata-rata 3.24
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2007

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas dapat diketahui bahwa variabel suasana, memiliki rata-rata jawaban sebesar 3,24, dengan nilai jawaban rata-rata tertinggi 3,36 pada pernyataan suasana coffee shop menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih coffee shop dan nilai rata-rata terendah sebesar 3,08 pada pernyataan coffee shop adalah tempat untuk melepas lelah, menghibur diri, bertemu teman lama atau teman-teman baru. Dengan nilai rata-rata sebesar 3,24 ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel suasana mempunyai kecenderungan nilai yang sangat tinggi, ini menunjukkan bahwa suasana coffee shop menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih coffee shop, coffee shop adalah tempat untuk melepas lelah, menghibur diri, bertemu teman lama atau teman-teman baru, konsumen akan senang bila ada coffee shop dengan suasana yang nyaman, santai dan aman sesuai dengan kebutuhan konsumen, suasana yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan konsumen membuat betah berlama-lama di coffee shop yang dipilih, serta konsumen rela mendatangi coffee shop yang jauh dari tempat tinggal demi untuk mendapatkan suasana yang santai dengan kebutuhan konsumen.

e. Tabel 4.11
Penilaian Responden terhadap Variabel Makanan dan Minuman (X5)
No Pernyataan Rata-rata
1 Variasi menu makanan dan minuman adalah hal paling utama yang tersedia di coffee shop 2.98
2 Kelezatan makanan dan minuman adalah hal yang terpenting di coffee shop 2.90
3 Konsumen rela mendatangi coffee shop yang jauh dari tempat tinggal demi untuk mendapatkan rasa makanan atau minuman yang sesuai selera 3.12
4 Konsumen tidak akan berkunjung ke coffee shop yang tidak menyediakan variasi menu dan makanan yang enak 2.99
Rata-rata 3.00
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2007

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas dapat diketahui bahwa variabel makanan dan minuman memiliki rata-rata jawaban sebesar 3,00, dengan nilai jawaban rata-rata tertinggi 3,12 pada pernyataan konsumen rela mendatangi coffee shop yang jauh dari tempat tinggal demi untuk mendapatkan rasa makanan atau minuman yang sesuai selera dan nilai rata-rata terendah sebesar 2,90 pada pernyataan kelezatan makanan dan minuman adalah hal yang terpenting di coffee shop. Dengan nilai rata-rata sebesar 3,00 ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel makanan dan minuman mempunyai kecenderungan nilai yang sangat tinggi, ini menunjukkan bahwa variasi menu makanan dan minuman adalah hal paling utama yang tersedia di coffee shop, kelezatan makanan dan minuman adalah hal yang terpenting di coffee shop, konsumen rela mendatangi coffee shop yang jauh dari tempat tinggal demi untuk mendapatkan rasa makanan atau minuman yang sesuai selera, serta konsumen tidak akan berkunjung ke coffee shop yang tidak menyediakan variasi menu dan makanan yang enak.

1. Keputusan Konsumen
Pada variabel Keputusan konsumen mempunyai lima butir pernyataan. Berikut dijelaskan untuk hasil jawaban responden pada variabel Keputusan konsumen sebagai berikut :
Tabel 4.12
Tanggapan Responden terhadap Variabel Keputusan konsumen (Y)

No Pernyataan Rata-rata
1 Lokasi coffee shop mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop 2.99
2 Biaya mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop 2.99
3 Fasilitas mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop 2.97
4 Suasana mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop 3.18
5 Variasi serta kelezatan makanan dan minuman mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop 2.98
Rata-rata 3.02
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2007

Berdasarkan Tabel 4.12 di atas dapat diketahui bahwa variabel keputusan konsumen, memiliki rata-rata jawaban sebesar 3,02, dengan nilai jawaban rata-rata tertinggi 3,18 pada pernyataan suasana mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop dan nilai rata-rata terendah sebesar 2,97 pada pernyataan fasilitas mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop. Dengan nilai rata-rata sebesar 3,02 ini menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel keputusan konsumen mempunyai kecenderungan nilai yang tinggi, ini menunjukkan bahwa lokasi coffee shop mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop, biaya mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop, fasilitas mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop, suasana mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop, dan variasi serta kelezatan makanan dan minuman mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop.

BAB 3
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :
1. Secara bersama-sama variabel Lokasi (X1), Biaya (X2), Fasilitas (X3), Suasana (X4) dan Makanan dan Minuman (X5), mempunyai pengaruh yang signifkan terhadap Keputusan konsumen dalam memilih Coffee Shop di Yogyakarta. Sedangkan besarnya pengaruh kelima variabel bebas tersebut terhadap Keputusan konsumen sebesar 61,9% sedangkan sisanya 38,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Dan secara parsial variabel Lokasi, Biaya, Fasilitas, Suasana dan Makanan dan Minuman secara parsial atau sendiri-sendiri berpengaruh signifikan terhadap Keputusan konsumen terbukti. Ini dapat dibuktikan dengan Fasilitas thitung dari masing-masing variabel lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 1,6612.
2. Berdasarkan hasil koefisien determinasi parsial dapat diketahui bahwa variabel suasana merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap Keputusan konsumen. Ini dapat dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi parsial variabel suasana mempunyai nilai terbesar yaitu sebesar 0,125 dibanding variabel lainnya yaitu lokasi, biaya, fasilitas serta variabel makanan dan minuman.

Saran
Berdasar kesimpulan diatas, selanjutnya dapat diusulkan saran yang diharapkan akan bermanfaat bagi pihak perusahaan berkaitan dengan pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop
1. Saran yang diusulkan adalah mempertahankan dan selalu meningkatkan variabel suasana, karena berdasarkan penelitian variabel ini mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan konsumen misalnya suasana coffee shop selain dibuat suasana yang nyaman, dan aman untuk lebih menjamin keamanan pengunjung coffee shop sebaiknya pihak perusahaan menjamin keamanan dari barang dan kendaraan yang dibawa oleh konsumen, selain itu suasana tempat dibuat lega dan terdapatnya fasilitas-fasilitas yang mendukung suasana agar lebih terkesan nyaman seperti adanya tempat duduk di ruang terbuka. Dan juga disarankan bagi pemilik Coffee shop untuk mencari serta meningkatkan variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini dan dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih coffee shop.
2. Disarankan kepada perusahaan untuk memperhatikan variabel fasilitas karena berdasarkan hasil penelitian variabel lokasi merupakan variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap Keputusan konsumen. Saran yang diusulkan adalah selain telah tersedia fasilitas-fasilitas hiburan sebaiknya pihak perusahaan juga menyediakan fasilitas yang membuat konsumen lebih betah seperti meja, tempat duduk yang mencukupi dan nyaman seperti sofa, serta adanya fasilitas kamar kecil.


Daftar Pustaka

Diambil dari skripsi “Faktor Pembelian di Cofee Shop” dari http://www.diskusiskripsi.com/2010/05/faktor-pembelian-di-cofee-shop.html

Anonim (2007). Coffeehouse. Diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Coffee_shop

Nasir,M. (1988). Metode Penelitian. Cetakan Ketiga. Jakarta:Ghalia Indonesia.

Nugroho, S.J. (2003). Perilaku Konsumen Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Cetakan Kedua, Jakarta: Kencana

Priyono,E. (2006). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Memilih Coffee Shop di Surakarta.”Benefit, Vol X, No.1 (Juni), hlm. 50-65.

Simamora.Bilson, (2002). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Cetakan Pertama. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. 

Singarimbun, Masri. (1989). Metode Penelitian Survei. Edisi Revisi. Jakarta: LP3ES.

Subiyanto, Ibnu. Metodologi Penelitian manajemen dan Akuntansi. Edisi Ketiga,

Kartajaya,Hermawan. (2007), Seri 9 Elemen Marketing, On Service. Bandung: Mizan Pustaka.

Sabtu, 14 Januari 2012

Beberapa definisi kepemimpinan menurut beberapa ahli. Berikut ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi kepemimpinan :

1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Ordway Tead (1929)
Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

3. Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

4. Katz & Kahn (1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

5. Hemhill & Coon (1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

6. William G.Scott (1962)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

7. Stephen J.Carrol & Henry L.Tosj (1977)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.

8. Dr. Thomas Gordon “ Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups.
Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

9. Tannenbaum, Weschler,& Massarik (1961)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.

10. P. Pigors (1935)
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.

11. Kartini Kartono (1994 : 48)
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.

12. G. U. Cleeton dan C.W Mason (1934)
Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.

13. Locke & Associates (1997)
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama .

14. John W. Gardner (1990)
Kepimpinan sebagai proses Pemujukan di mana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

15. Theo Haiman & William G.Scott (1974)
Kepemimpinan adalah proses orang-orang diarahkan ,dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.

16. Duben (1954)
Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.

17. F.A.Nigro(1965)
Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang-orang lain.

18. Reed (1976)
Kepimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itu dapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.

19. G.L.Feman & E.K.aylor (1950)
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

20. James M. Black (1961)
Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.

21. Harold Koontz (1989)
Pengaruh, seni,atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.

22. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns, 1969.
Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.

23. P. Pigors “Ledearship and Domination”
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.

24. Keth Davis “Human Relations at Work”
Kepemimpinan sebagai faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok menjadi satu dengan memotivasinya kearah tujuan-tujuan.

25. Ordway Tead “ The Technigue of Creative Leadershif in Human Nature and Management”.
Kepemimpinan sebagai kombinasi perangai-perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang-orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

26. E.S. Bogardus “Leader and Leadership”.
Kepemimpinan sebagai kepribadian yang beraksi dalam kondisi-kondisi kelompok.
Tidak saja kepemimpinan itu suatu kepribadian dan suatu gejala kelompok; ia juga merupakan suatu proses sosial yang melibatkan sejumlah orang dalam kontak mental dalam mana seseorang mendominasi orang-orang lain.

27. F.I. Munson “ The Management of Man”.
Kepemimpinan sebagai kemampuan/kesanggupan untuk menangani atau menggarap orang-orang sedemikian rupa untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan sekecilnya mungkin pergesekan dan sebesar-besarnya (sebesar mungkin) kerja sama.

28. C.M. Bundel “Is Leadership losing its importance ?”
Kepemimpinan seorang seni mendorong/mempengaruhi orang-orang lain untuk mengerjakan apa yang dikehendaki seseorang pemimpin untuk dikerjakannya.

29. W.G. Bennis “Leadership Theory and Administration Behavior”
Kepemimpinan sebagai proses dengan mana pemimpin mendorong, mempengaruhi bawahan untuk berprilaku seperti yang dikehendaki.

30. J.B. NASH “Leadership”
Kepemimpinan mencakup kegiatan mempengaruhi perubahan dalam perbuatan orang-orang.

31. Ordway Tead “ The Art of Leadership”
Kepemimpinan sebagai kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang dikehendaki.

32. H.H. Jennings “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944.
Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan prilaku yang memuat seseorang terangkat keperanan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain.

33. J.K. Hemphill
- Dalam “ The Leader and his Group”.
Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok.

- Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”.
Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.

34. R. C. Davis “ The Fundamentals of Top Management”
Kepemimpinan sebagai kekuatan dinamika yang pokok yang mendorong memotivasi, dan mengkoordinasikan organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuannya.

35. C. Schenk “Leadership” : Infantry Journal. 1928.
Kepemimpinan adalah manajemen mengenal manusia dengan jalan persuasi dan inspirasi dan bukannya dengan pengarahan atau semacamnya, atau ancaman, paksaan yang terselubung.

36. C.V. Cleeton & C.W. Mason “Executive Ability its Discovery and Development"
Kepemimpinan menunjukkan kemampuan mempengaruhi orang-orang dalam mencapai hasil-hasil melalui himbauan emosional dan bukannya melalui penggunaan kekerasan/wewenang.

37. N. Copeland “Psychology and the Soldier”
Kepemimpinan adalah seni perlakuan terhadap manusia. Ini adalah seni mempengaruhi sejumlah orang dengan persuasi atau dengan teladan untuk mengikuti serangkaian tindakan.

38. H. Kootz & O’ Donnel “ Principles of Management”
Kepemimpinan adalah kegiatan mempersuasi orang-orang untuk bekerjasama dalam pencapaian suatu tujuan bersama.

39. C. K. Warriner “ Leadership in the small Group”, American Journal Soc, 1955
Kepemimpinan sebagai suatu bentuk hubungan diantara orang-orang, dimana mengharuskan seseorang atau lebih bertindak sesuai dengan permintaan pihak lain.

40. H. Gerth & C.W. Mills “Character and Social Structure”
Kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.

41. R. M. Bellows “Creative Leadership”
Kepemimpinan sebagai proses pengaturan suatu situasi sedemikian rupa, sehingga anggota-anggota kelompok termasuk si pemimpin, dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu dan kerja minimum.

42. Ralp M. Stogdill (1950)
Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan tujuan dan mencapai tujuan).

43. Dalam “Individual Behavior and Group Achievement”
Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi.

44. Dalam “A Handbook of Leadership” yang dikutip oleh Prof. Drs. S. Pamuji, MPA,
a. Leadership As A Focus Of Group Process
(Kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok)
b. Leadership As Personality And Its Effects
(Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (Traits) dan watak (Character) yang memadai dari suatu kepribadian)
c. Leadership As The Art Of Inducing Comliance
(Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan)
d. Leadership As The Exercise Of Its Influence
(Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh)
e. Leadership As Act Or Behavior
(Kepemimpinan sebagai tindakan atau prilaku)
f. Leadership As A From Of Persuasion
(Kepemimpinan adalah bentuk persuasi)
g. Leadership As A Power Relation
(Kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan)
h. Leadership Is An Instrumental Of Goal Achievement
(Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan)
i. Leadership As An Effect Of Interaction
(Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi)
j. Leadership As A Deferentiated Role
(Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan)
k. Leadership As The Initiation Of Structur
(Kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur)


Macam-macam gaya kepemimpinan
1.1 Gaya kepemimpinan Otoriter
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.

Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Dengan kata lain, anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin.Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi.

1.2 Gaya kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Pada kepemimpinandemokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi

1.3 Gaya kepemimpinan Bebas
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja.
Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. Namun dewasa ini, banyak para ahli yang menawarkan gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional.


Gaya Kepemimpinan yang Saya Pilih
Saya memilih kepemimpinan demokratis. Karena tipe ini memberi keleluasaan pada rakyat untuk ikut berpartisipasi dalam kepemimpinan. Rakyat tidak merasa diabaikan atau dianggap hanya sebagai objek semata. Tipe kepemimpinan ini dapat memicu masyarakat untuk kritis terhadap keadaan sosialnya.





sumber
sumber

Selasa, 06 Desember 2011

Konflik organisasi secara umum ada dua macam. Pertama konflik eksternal, yakni bekaitan dengan hubungan organisasi dan lingkunganya. Kedua adalah konflik internal, yakni permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam organisasi. Beberapa ahli organisasi berpendapat bahwa konflik internal meliputi konflik yang terjadi di dalam diri individu, konflik antar individu yang dipimpin, konflik antara individu yang dipimpin dan organisasi, konflik antara pemimpin dan yang dipimpin, serta konflik antara pemimpin dengan organisasi (Winardi, 2007). Porsi terbesar yang dapat memicu potensi rapuhnya organisasi adalah konflik yang melibatkan pimpinan di dalamnya. Ini adalah sesuatu yang lumrah mengingat pemimpin adalah tonggak ujung organisasi. Pemimpin yang mempunyai tanggung jawab menjaga keluwesan organisasi dalam menghadapi konflik. Pandangan ahli organisasi pada zaman dulu menganggap bahwa konflik adalah ancaman yang mengandung resiko. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, manajemen konflik menjadi wacana baru. 
 
Konflik merupakan dampak dari kepentingan, baik kepentingan individu yang dipimpin maupun pemimpin. Disadari atau tidak, ketika bergabung dalam sebuah organisasi, setiap individu mempunyai kepentingan tertentu yang ingin dicapai pada saat bergabung dengan organisasi. Disamping bahwa ada kepentingan organisasi, yakni visi, yang harus sejalan dan selaras dengan pemikiran individu yang bergabung dengan organisasi. Kepentingan merupakan salah satu faktor dominan yang menjadi akar pemicu konflik. Misalnya dalam sebuah organisasi kampus, setiap individu yang bergabung mempunyai angan-angan tertentu yang ingin diraihnya. Dan ketika angan-angan dan harapan tersebut perlahan-lahan hilang, maka individu yang bersangkutan akan surut semangatnya di organisasi itu. Konflik juga bersinggungan dengan peran. Peran yang dijalani setiap individu (baik pemimpin maupun yang dipimpin) bisa saja bertentangan dengan keinginan pribadi yang bersangkutan. 

Sebab-sebab utama terjadinya konflik organisasi adalah:
ž1. Persaingan terhadap sumber-sumber daya yg langka
2. žKetergantungan tugas (interdependence)
ž3. Kekaburan batas-batas bidang kerja
4. žKriteria kinerja yg tidak sesuai
5. žPerbedaan-perbedaan Tujuan & Prioritas
 
           Teknik penyelesaian konflik organisasi:
ž1. Kompromi atau jalan tengah. Pemisahan, pihak-pihak yg berkonflik dipisah sampai menemukan solusi atas masalah yg terjadi. žArbitrasi, adanya peran orang ketiga sbg penengah untuk penyelesaian masalah. žKembali ke aturan yang berlaku saat tdk ditemukan titik temu antara kedua fihak yg bermasalah.
2. Pemecahan masalah secara integratif. Tiap pihak dipertemukan untuk mencapai solusi terbaik.

sumber
sumber

Kamis, 10 November 2011

 IDENTIFICATION DIVISION.
       PROGRAM-ID. SQUENANNA.
       AUTHOR.
       SECURITY. PROGRAM MEMASUKAN DATA SEQUENSIAL.
       ENVIRONMENT DIVISION.
       INPUT-OUTPUT SECTION.
       FILE-CONTROL.
           SELECT PENJUALAN ASSIGN TO DISK.
           ORGANIZATION IS SEQUENTIAL.
           ACCESS MODE IS SEQUENTIAL.
           FILE STATUS IS STATUS-SALAH.
       DATA DIVISION.
       FILE SECTION.
       FD PENJUALAN.
          LABEL RECORD IS STANDARD.
          VALUE OF FILE-ID IS JUAL.DAT.
          DATA RECORD IS RECORD-RELASI.
       01 DATA-PENJUALAN.
          02 NOMER-FAKTUR PIC X(12).
          02 NAMA-LANGGANAN PIC X(25).
          02 KODE-JUAL PIC A.
             88 TUNAI VALUE IS 'T'.
             88 KREDIT VALUE IS 'K'.
          02 NILAI-JUAL PIC 9(6).
       WORKING-STORAGE SECTION.
       77 STATUS-SALAH PIC XX.
       01 SUDAH-BENAR PIC X.
           88 BENAR VALUE 'Y','y'.
           88 BELUM VALUE 'T','t'.
       01 MASUKAN-LAGI-TIDAK PIC X.
           88 LAGI VALUE 'Y','y'.
           88 TIDAK VALUE 'T','t'.
       SCREEN SECTION.
       01 HAPUS-LAYAR.
           02 BLANK SCREEN.
       01 LAYAR-DATA.
           02 LINE 4 COLUMN 5 'NOMER FAKTUR  :'.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC X(12) TO NOMER-FAKTUR REQUIRED.
           02 LINE 6 COLUMN 5 'NAMA LANGGANAN:'.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC X(25) TO NAMA-LANGGANAN.
           02 LINE 8 COLUMN 5 'KODE TRANSAKSI:'.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC A TO KODE-JUAL.
           02 LINE 10 COLUMN 5 'NILAI PENJUALAN:'.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 9(6) TO NILAI-JUAL.
       PROCEDURE DIVISION.
       RUTIN-UTAMA SECTION.
       BUKA-FILE.
           OPEN OUTPUT PENJUALAN.
       MULAI.
           MOVE SPACE TO SUDAH-BENAR.
           PERFORM MASUKAN-DATA UNTIL BENAR.
           PERFORM REKAM-DATA.
           PERFORM ADA-LAGI-TIDAK.
       SELEKSI-MASUKAN-LAGI-TIDAK.
           IF LAGI GO TO MULAI.
       SELESAI.
           CLOSE PENJUALAN.
           STOP ' '.
           STOP RUN.
       RUTIN-BAGIAN SECTION.
       MASUKAN-DATA.
           DISPLAY HAPUS-LAYAR.
           DISPLAY LAYAR-DATA.
           ACCEPT LAYAR-DATA.
           DISPLAY (18,5) 'SUDAH BENAR (Y/T) ?'.
           ACCEPT (,) SUDAH-BENAR.
           STOP ' '.
           STOP RUN.
       REKAM-DATA.
           MOVE '' TO STATUS-SALAH.
           WRITE DATA-PENJUALAN.
           PERFORM SELEKSI-REKAMAN.
       ADA-LAGI-TIDAK.
           DISPLAY (10,5) 'ADA LAGI DATA (Y/T) ?'.
           ACCEPT (,) MASUKAN-LAGI-TIDAK.
       SELEKSI-REKAMAN.
           IF STATUS-SALAH = '34'.
           DISPLAY (18,5) 'TIDAK TEREKAM, DISK PENUH'.
           IF STATUS-SALAH = '91'.
           DISPLAY (18,5) 'STRUKTUR FILE RUSAK'.

Selasa, 01 November 2011


Ini adalah bagan flowchart penerimaan pegawai perusahaan. Dibuat dengan menggunakan software yEd.
Penjelasan flowchart adalah sebagai berikut :
1. Mulai untuk memulai flowchart.
2. Pendaftar melakukan pendaftaran di bagian HRD.
3. Masukkan syarat administrasi yang diminta.
4. Jika Pria maka menjadi karyawan lapangan. Lalu lakukan tes tertulis, jika lolos maka lanjutkan ke tes kesehatan. Jika lolos maka diterima, jika tidak maka gagal alu selesai.
5. Jika bukan pria maka menjadi karyawan kantor. Lalu lakukan psikotes, jika lolos maka lanjutkan ke wawancara. Jika lolos maka diterima, jika tidak maka gagal lalu selesai.
 
Copyright (c) 2010 PIPIT's Blog. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.